Kamis, 26 November 2015

Penghargaan Finansial Eksintrik dalam Remunerasi

DIRECT FINANCIAL REWARD

Financial reward ini terbagi menjadi direct and indirect. Direct artinya langsung diterima dalam bentuk cash seperti gaji, tunjangan, bonus dan teman-temannya. Komposisinya sangat bervariasi tergantung jenis usaha dan perilaku seperti apa yang dikehendaki muncul. Jika jenis pekerjaannya berfokus pada pencapaian target-target jangka pendek misalnya company yang bergerak di bidang asuransi, penjualan (jual mobil, jual ember..dsb.. dsb..) maka komponen variable pay diberi porsi yang lebih besar  daripada komponen tetap (fixed). Dengan maksud supaya employees terus lari mengejar bonus dan secara bersamaan profit perusahaan makin meningkat . Employees yang lelet and lembet ya silahkan makan gaji kecil aja, malah kadang nggak ada gaji tetap. Kalau di Indonesia komposisi fixed and variabel pay untuk permanent employees (istilahnya Pekerja Waktu Tidak Tertentu) ada aturannya. Kalau ada yang ingin mengetahui lebih detail mengenai aturan main di Indonesia, bisa ngintip di UU  no 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Sebaliknya untuk jenis pekerjaan yang mempunyai target jangka panjang. Misalnya pekerjaan yang melibatkan studi, penemuan, produksi dll.. dll…, komposisi komponen tetap sebaiknya lebih besar. Variabel pay diperlukan sebagai perangsang. Variable pay dalam jenis pekerjaan seperti ini harus didesain sedemikian rupa agar tidak terlalu murah, sehingga employees sekadar mengejar target jangka pendek, tetapi juga tidak terlalu susah, sehingga menimbulkan frustrasi (inget cerita keledai yang di depan mulutnya digantung wortel pada tongkat, untuk mewakili teori Motivasi Toward? Biarpun sampai melet, wortel itu tidak akan teraih.  Lama-lama mungkin justru juragannya ditendang oleh sang Keledai) hal yang sama terjadi juga pada pekerja. Bila perusahaan menentukan  target atau membuat aturan yang tidak doable or reachable sudah hampir pasti lama-lama kepingin nendang perusahaannya juga dan cari juragan lain, kecuali bagi mereka yang ‘merasa’ nggak punya pilihan alias memang keledai betulan. Kalau dibahas, kondisi ‘merasa’ nggak punya pilihan ini bisa jadi bahan obrolan yang panjang. Next time kita bahas ya..Kembali ke variable pay. Apa saja sih bentuk variable pay yang mungkin diberikan oleh suatu perusahaan? Variable pay bisa diberikan dalam bentuk uang tunai, share, maupun barang. Variable pay yang diberikan dalam bentuk share tidak selalu berupa keseluruhan nilai saham tersebut, kadang-kadang hanya nilai apresiasinya saja (selisih/kenaikan dari nilai saat ini dengan nilai saat diberikan). Sekarang ini istilah-istilah yang dipakai juga beraneka rupa dan warna.  Jadi kalau danda apat tawaran atau membaca peraturan perusahaan yang mencantumkan bermacam-macam jenis variable pay, harus rajin-rajin baca definisi dan syarat2nya ya.. biar tidak kecewa di kemudian hari.

INDIRECT (FINANCIAL) REWARD

Disebut Indirect Karena bentuk reward ini umumnya tidak dirasakan secara langsung . Indirect reward lebih popular disebut sebagai benefit. Semakin hari, bentuk benefit semakin berkembang dan bervariasi. Keberbagaian bentuk benefit ini dipengaruhi oleh beberapa hal  yaitu:
Faktor Kompetisi. Benefit mempunyai peran penting untuk attracting and retaining karena benefit biasanya menunjukkan ‘kemewahan dan gengsi’ suatu perusahaan. 
Inisiatif Perusahaan. Biasanya diberikan dengan alasan untuk melindung ‘standard of living’ pekerjanya. 
Permintaan dari pekerja. Biasanya diwakili oleh serikat pekerja.
Keterlibatan pemerintah. Di beberapa negara, pemerintah masih menjadi ‘main provider of employee benefit program’ (contohnya jamsostek ) sedangkan di beberapa negara yang lain, pemerintah mewajibkan perusahaan memberikan benefit tertentu tetapi pengelolaannya diserahkan pada perusahaan atau pengelola independent yang lain (swasta). Soal lebih baik mana dikelola pemerintah or dikelola swasta mah tergantung cara kerja masing-masing pihak. Kalau pemerintahnya jujur dan amanah, dikelola pemerintah mungkin lebih aman tapi kalau sebaliknya ya gigitjari.com-lahjudulnya.
Perbedaan demografi. Beda tempat beda keperluan. Benefit di perusahaan yang ada di negara 4 musim berbeda dengan negara 2 musim. Benefit perusahaan yang bergerak di bidang security service berbeda dengan cleaning service dsb.
Affordability atau kemampuan perusahaan. Ini sudah pasti dan tidak perlu dibahas  (belum pernah tahu ada perusahaan mencari donasi demi memberi fasilitas kepada pekerja kan? Memangnya panti asuhan..)
Persepsi terhadap benefit. Kalau rata-rata pekerjanya lebih menghargai uang daripada fasilitas, biasanya perusahaan tidak mau repot-repot menambah indirect reward 
Kecanggihan sistem. Semakin canggih sistem pendataan suatu perusahaan, semakin memungkinkan memberikan pilihan yang luas dan flexible. Bahkan employee boleh pilih mana yang mau diambil dan mana yang tidak (cafeteria benefit)
Di lain pihak banyak juga perusahaan yang ‘menyederhanakan’ hampir seluruh remunerasinya dengan cara mengubah benefit yang diberikan dalam sebuah angka dan diberikan secara cash. Apalagi jika persepsi terhadap benefit tidak begitu penting di mata pekerjanya.Secara umum, benefit dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
Protection Programs alias program perlindungan. Program perlindungan ini ada yang diwajibkan oleh pemerintah (mandatory) ada yang voluntary (ide bisa datang dari employer maupun employee, tapi yang jelas employernya mau). Dana untuk program perlindungan ini bisa seluruhnya datang dari employer on top of gaji (defined benefit plan) atau ‘urunan’ employer dengan employee (defined contribution plan). Program-program ini biasanya memberikan perlindungan dalam hal:
Kesehatan : baik untuk pekerja maupun keluarganya
Retirement, Termination and Dissability : dimaksudkan untuk memberikan keberlangsungan pendapatan maupun ‘sangu’ untuk modal hidup selanjutnya.
Survivor : biasanya berbentuk asuransi jiwa. Tujuannya untuk dependents yang ditinggalkan.
Pay for Time not Worked. Benefit ini adalah benefit yang paling sering tidak dihargai. Sebetulnya permanent employee dan long time contract itu dibayar baik sedang dalam kondisi bekerja maupun tidak bekerja. Misalnya saat lagi ngopi, makan siang, beribadah, cuti, sakit, melahirkan dll. 
Perquisite alias fasilitas. Benefit ini ada yang diberikan kepada seluruh employee ada juga yang diberikan untuk level or kelompok tertentu. Fasilitas yang bisa dinikmati oleh siapa saja biasanya berbentuk fasilitasi olahraga, area makan dan istirahat, klinik kesehatan, kepemilikan rumah, kepemilikan kendaraan dan lain lain. Untuk level atau kelompok tertentu bisa berupa, rumah dinas, mobil dinas, liburan mewah, club membership  dan sebagainya.

Sumber: http://okinafitriani.com/category/industrial-organizational/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar